Kita hidup di tengah masyarakat yang penuh dengan perbedaan. Ada perbedaan agama, suku, budaya, bahasa, pilihan hidup, cara berpikir, bahkan perbedaan dalam menyikapi berbagai persoalan. Perbedaan tersebut merupakan kenyataan yang tidak dapat dihindari.
Pertanyaannya, bagaimana kita dapat hidup bersama di tengah berbagai perbedaan tersebut?
Salah satu jawabannya adalah toleransi
Toleransi bukan berarti kita harus menyetujui semua pendapat atau keyakinan orang lain. Toleransi berarti kita mampu menghargai orang lain meskipun terdapat perbedaan di antara kita. Kita boleh berbeda pendapat, tetapi perbedaan itu tidak harus membuat kita saling membenci.
Dalam kehidupan sehari-hari, toleransi sebenarnya sangat sederhana. Ketika tetangga menjalankan ibadah sesuai agamanya, kita menghormatinya. Ketika teman memiliki pandangan yang berbeda, kita mendengarkan tanpa harus merendahkannya. Ketika berada di ruang publik, kita menjaga ucapan dan perilaku agar tidak mengganggu atau menyakiti orang lain.
Dengan kata lain, toleransi dimulai dari hal-hal kecil.
Jangan Mudah Menghakimi
Salah satu masalah yang sering terjadi di tengah masyarakat adalah kecenderungan untuk cepat menilai orang lain. Kita terkadang hanya melihat perbedaan, kemudian membuat kesimpulan tanpa berusaha memahami alasan di balik perbedaan tersebut.
Di era media sosial, persoalan ini menjadi semakin nyata. Satu unggahan dapat menimbulkan perdebatan panjang. Perbedaan pendapat dengan mudah berubah menjadi saling menghina. Bahkan, orang yang belum kita kenal dapat dengan cepat kita beri label hanya karena memiliki pandangan yang berbeda.
Padahal, tidak semua perbedaan harus dijawab dengan kemarahan.
Kita perlu belajar bahwa berbeda pendapat adalah hal yang wajar, sedangkan menghina orang lain bukanlah keharusan
Toleransi mengajarkan kita untuk berhenti sejenak sebelum memberikan penilaian. Membaca informasi secara utuh sebelum membagikannya. Mendengarkan sebelum menjawab. Dan memahami sebelum menghakimi.
Toleransi Bukan Berarti Kehilangan Prinsip
Ada anggapan bahwa menjadi toleran berarti harus mengorbankan keyakinan atau prinsip yang kita pegang. Pandangan tersebut perlu diluruskan.
Seseorang dapat tetap teguh dengan keyakinannya sekaligus menghormati keyakinan orang lain. Dalam kehidupan beragama, misalnya, seseorang dapat menjalankan ajaran agamanya dengan baik tanpa harus merendahkan pemeluk agama lain.
Islam sendiri mengajarkan prinsip penghormatan terhadap kebebasan beragama. Al-Qur'an menyatakan, “Tidak ada paksaan dalam agama” (QS. Al-Baqarah: 256).
Al-Qur'an juga mengingatkan bahwa manusia diciptakan berbeda-beda agar saling mengenal, sebagaimana disebutkan dalam QS. Al-Hujurat ayat 13.
Pesan tersebut menunjukkan bahwa keberagaman merupakan bagian dari kehidupan manusia. Yang menjadi persoalan bukan keberagamannya, melainkan bagaimana kita menyikapinya.
Toleransi Dimulai dari Diri Sendiri
Kita sering berharap masyarakat menjadi toleran, tetapi lupa bahwa toleransi harus dimulai dari diri sendiri.
Mulailah dengan menghargai orang yang berbeda pendapat dengan kita. Jangan menyebarkan berita yang belum jelas kebenarannya. Jangan menjadikan perbedaan agama, suku, pilihan politik, maupun latar belakang sosial sebagai alasan untuk merendahkan seseorang.
Di lingkungan keluarga, kita dapat mengajarkan anak untuk menghargai teman yang berbeda. Di sekolah dan perguruan tinggi, perbedaan pendapat dapat dijadikan kesempatan untuk belajar berpikir kritis. Di tempat kerja, kita dapat membangun suasana yang saling menghormati.
Sementara di media sosial, kita dapat menunjukkan toleransi dengan menggunakan bahasa yang santun dan bertanggung jawab.
Sebab, masyarakat yang toleran tidak lahir hanya dari aturan. Ia tumbuh dari kebiasaan setiap individu untuk menghormati orang lain.
Menjaga Indonesia dengan Toleransi
Indonesia adalah negara yang sangat beragam. Keberagaman tersebut merupakan kekayaan yang harus dijaga bersama.
Kita tidak harus menjadi sama untuk dapat hidup rukun. Kita tidak harus memiliki pandangan yang sama untuk dapat bekerja sama. Kita hanya perlu memiliki kesadaran bahwa setiap orang memiliki hak untuk dihormati sebagai manusia.
Toleransi bukan berarti menghilangkan perbedaan. Toleransi adalah kemampuan untuk hidup berdampingan di tengah perbedaan.
Pada akhirnya, ukuran kedewasaan kita bukan hanya terlihat dari kemampuan mempertahankan pendapat sendiri, tetapi juga dari kemampuan menghargai orang lain yang memiliki pendapat berbeda.
Karena itu, mari kita mulai toleransi dari hal yang paling sederhana: berhenti merendahkan, belajar mendengarkan, dan membiasakan diri menghargai perbedaan.
Sebab, Indonesia tidak membutuhkan masyarakat yang semuanya sama. Indonesia membutuhkan masyarakat yang mampu berbeda tanpa bermusuhan dan bersatu tanpa harus kehilangan identitasnya.