Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam
(FEBI) UIN Alauddin Makassar bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
dan Bursa Efek Indonesia (BEI) menyelenggarakan kegiatan Gebyar Ramadan
Keuangan Syariah 2026 dengan tema “Buka Jalan Kebaikan Bersama Keuangan
Syariah”. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 5 Maret 2026 di Aula FEBI
UIN Alauddin Makassar.
Kegiatan ini menghadirkan beberapa
narasumber, di antaranya Dekan FEBI UIN Alauddin Makassar Prof. Dr.
Amiruddin K., M.Ei, perwakilan OJK Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat Adi
Sucipto Dwi Prasetyo, serta perwakilan BEI Sulawesi Selatan Achmad Irfan
Ibrahim. Dalam kegiatan ini, peserta mendapatkan edukasi mengenai keuangan
dan investasi berbasis syariah yang bertujuan untuk meningkatkan literasi
keuangan masyarakat, khususnya generasi muda.
Perwakilan OJK Sulselbar, Adi
Sucipto Dwi Prasetyo, menjelaskan bahwa bank syariah merupakan bank yang
menjalankan kegiatan usahanya berdasarkan prinsip syariah, yaitu prinsip
hukum Islam yang ditetapkan melalui fatwa lembaga berwenang seperti DSN-MUI. Ia
juga memaparkan bahwa sistem operasional perbankan syariah berbeda dengan bank
konvensional karena menggunakan mekanisme bagi hasil, jual beli, sewa, dan
pinjaman tanpa bunga, serta memastikan bahwa seluruh kegiatan pembiayaan
dilakukan pada usaha yang halal.
Sementara itu, perwakilan Bursa
Efek Indonesia, Achmad Irfan Ibrahim, menyampaikan materi mengenai investasi
di pasar modal syariah. Ia menjelaskan bahwa pasar modal syariah
menyediakan berbagai instrumen investasi yang sesuai dengan prinsip syariah,
seperti saham syariah, reksa dana syariah, dan sukuk.
Ia juga menekankan bahwa investasi
saham syariah saat ini semakin mudah diakses oleh masyarakat karena dapat
dilakukan secara digital melalui Shariah Online Trading System (SOTS)
yang memastikan transaksi tetap sesuai dengan prinsip syariah. Melalui kegiatan
ini, diharapkan mahasiswa dan masyarakat dapat memahami pentingnya pengelolaan
keuangan yang baik serta mulai mengenal investasi yang halal dan sesuai dengan
prinsip syariah. Edukasi ini juga menjadi langkah strategis dalam membangun
generasi yang cerdas secara finansial serta mampu memanfaatkan instrumen
keuangan syariah secara bijak.

